Pentingnya Mencegah Gizi Buruk dalam Islam

Pentingnya Mencegah Gizi Buruk dalam Islam

Gizi sangat memegang peranan penting dalam kehidupan seseorang terutama pada anak dibawah dua tahun. Karena anak dengan gizi baik maka akan menjadi penerus bangsa dan agama yang baik, perilaku masyarakat kita yang salah dalam pola pemberian makan terutama pada anak anak sehinggu muncul masalah gizi baik gizi lebih, kurang maupun buruk.

Perilaku masyarakat dalam memberikan makanan khususnya pada masa bayi yang berdampak pada masa balita dan juga karena ibu hamil yang mengalami gangguan gizi kurang. Masalah gizi yang banyak terjadi karena kesalahan orang tua dalam memberikan makanan pada anaknya.

Gizi akan mempengaruhi tingkat kecerdasan dan ketangguhan seseorang,

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah bagaimana solusi Islam dalam mengatasi Gizi buruk? Dalam Islam, gizi buruk merupakan tanggung jawab masyarakat bersama pemerintah. Diantara pemberian makanan yang baik pada anak adalah: IMD (inisiasi menyusu dini) pada bayi baru lahir; Pemberian ASI Eksklusif (Pemberian ASI saja tanpa tambahan makanan dan minuman apapun termasuk air putih selama 6 bln pertama) pada bayi yang baru lahir sampai usia 6 bulan; Pemberian MPASI (Makanan pendamping ASI) sesuai umur mulai anak usia 6 bulan dan melanjutkan penyusuan sampai dua tahun. Itu adalah kaidah pemberian makanan yang baik pada anak, yang jika dilaksanakan maka anak akan terhindar dari masalah gizi.

Hal tersebut dikuatkan dengan Al-qur’an Surat Al Baqarah (2) Ayat 233:

۞ وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ ۖ لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ ۚ وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَا تُضَارَّ وَالِدَةٌ بِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُودٌ لَهُ بِوَلَدِهِ ۚ وَعَلَى الْوَارِثِ مِثْلُ ذَٰلِكَ ۗ فَإِنْ أَرَادَا فِصَالًا عَنْ تَرَاضٍ مِنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا ۗ وَإِنْ أَرَدْتُمْ أَنْ تَسْتَرْضِعُوا أَوْلَادَكُمْ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُمْ مَا آتَيْتُمْ بِالْمَعْرُوفِ ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.