Tulisan dan Foto Story Kader Today

Tulisan dan Foto Story Kader Today

JAKARTA — Cerita sukses hari ini yang akan kami angkat cerita dari Ibu Susanti, Pemenang kedua lomba cerita sukses terbaik yang diadakan pada saat Hari TBC Sedunia oleh LKNU 2019. Berikut ceritanya yang sudah kami himpun.

Awal dimana saya mendapatkan suspek pertama kalinya seorang anak tukang kelapa dipasar dia mengalami batuk, sesak nafas yang begitu hebat seperti ikan lohan, lalu hati saya tersentuh dan saya bergegas membawanya ke puskesmas terdekat, lalu suspek tersebut diperiksa dahak dan pemeriksaan lainnya, 3 hari kemudian hasil dahak membuktikan positif TBC dan kemudian suspek tersebut diharuskan minum obat selama 6 bulan, selama 2 bulan masa pengobatan tidak dilanjutkan, pihak puskesmas menganjurkan pemeriksaan dahak lagi karna suspek tersebut tidak mau pengulangan dahak lagi dan saya sebagai kader memberikan motivasi kepada suspek agar ia melakukan pengulangan dahak kembali, yang saya lakukan dengan mendatangi rumahnya berulang kali dengan respon suspek tersebut yang keberadaanya selalu tidak dirumah dan pada suatu dimana suspek tersebut saya temui dan dia lari menghindar dari saya, saat itu ada rasa kesal tapi hati saya berkata suspek itu harus sembuh dengan berbagai cara sudah saya lakukan untuk memberikan semangat agar mau berobat kembali, tapi kenyataannya suspek tersebut tidak mau melakukan pengobatan lagi.

 

Kemudian pada saat itu LKNU mengadakan kegiatan #MengetukPintu dimana pencarian itu saya mendapatkan satu keluarga yang mengalami gejala batuk lebih dari 2 minggu lalu saya sigap menganjurkan kepada satu keluarga tersebut untuk memeriksakan dahaknya. Wadah/pot kuberikan satu keluarga itu dan dinyatakan postif dahaknya berawal dari ibunya dan ibunya pun melakukan pengobatan hingga pada kahirnya Ibu itu menghembuskan nafas terakhirnya. Perasaan saya saat itu menyalahkan diri saya sendiri sedih karena saya sebagai kader tidak menjalankan tugas dengan baik ada rasa putus asa dipikiran saya untuk tidak menjadi kader lagi tapi saya harus tetap semangat menjalankan amanah ini dan saya pun menghilangkan rasa putus asa saya untuk tetap melanjutkan sebagai seorang kader berselang kemudian saya menganjurkan anaknya untuk memeriksa dahak ternyata hasil dahaknya positif sedih, kaget dan terkejut hati rasanya hati saya kemudian anak itu melakukan pengobatan dengan tuntas hingga akhirnya dinyatakan sembuh.

Alhamdulilah dengan berbagai macam cara saya sudah saya lakukan dalam mendampingi suspek itu sampai pengobatannya sembuh, ternyata fikiran saya salah suspek tersebut kambuh lagi dan suspek ini kondisi tubuhnya kurus, dan saat itu saya kaget lalu saya menganjurkan pemeriksaan ulang dahak lagi ternyata hasilnya terkena MDR (Resisten Obat/Kebal Obat) pedih hati saya kenapa harus MDR? Dalam pendampingan pengobatan setiap hari selalu mengeluh dalam minum obat, sesak nafas sehingga setiap hari harus dibantu dengan dua alat bantu oksigen, sampai dimana suspek tersebut mengalami depresi dan dia bicara kepada saya untuk memberikan obat mati…saat itu saya terkejut dengan pembicaraannya dan saya tetap memberikan motivasi dengan sangat sabar dan menjawabnya dengan penuh semangat dan meyakinkan kepadanya bahwa dia akan sembuh. Alhamdulilah saya sangat bersyukur sampai sekarang dia tidak banyak mengeluh dan kondisi badannya pun stabil. Syukur alhamdulilah saya sebagai kader mendapatkan kepuasan terhadap suspek saya.

Itulah cerita perjalanan saya sebagai kader yang saya jalankan dengan ikhlas dan tulus, Alhamdulilah saya mendaptkan reward di puskesmas dan mendaptkan suspek terbanyak hingga dinyatakan kader terbaik. Alhamdulilah Allah pada saat ini mempercayai saya menjalankan amanah sebagai kader TBC LKNU. (Susanti-Jakarta Pusat).

 

Post Terbaru