Banjir Usai, Selalu Jaga Kesehatan dengan 5 Cara Berikut :

Banjir Usai, Selalu Jaga Kesehatan dengan 5 Cara Berikut :

Lembaga Kesehatan NU - Dikutip dari laman resmi BMKG, Deputi Bidang Meteorologi R Mulyono R Prabowo, mengatakan,hujan yang akan terjadi hari ini dan besok tidak se-ekstrem hujan yang terjadi pada tanggal 1 Januari 2020.

"Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti angin kencang, genangan, banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, dan jalan licin," ujar Mulyono.

Selain itu, pasang naik maksimum di Teluk Jakarta juga terjadi pada periode tanggal 9-12 Januari 2020 dengan ketinggian maksimum 0,6 meter. Kondisi ini berpotensi menghambat laju aliran air sungai masuk ke laut di Teluk Jakarta.

Meskipun itu, pastikan tetap menjaga kesehatan agar proses pemulihan dan pembersihan setelah banjir bisa dilakukan. Jadi, perhatikan beberapa tips agar tetap sehat saat banjir. Berikut Poin-poin yang sudah dihimpun dari Suara.com.

  1. Bersihkan peralatan makan dengan air panas

Saat banjir, kuman bisa menyebar melalui air yang tercemar dan mengontaminasi melalui peralatan makan. Jadi pastikan peralatan makan selalu dijaga kebersihannya dengan cara membilasnya dengan air panas sebelum dipakai, demikian dikatakan ahli gizi Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir. Ahmad Sulaeman, MS, PhD.

"Hati-hati dalam makan minum, terutama dari makanan, sebisa mungkin tidak sembarang makan. Beberapa parabotan yang terkena banjir, pastikan dibilas dengan air panas sebelum digunakan," ujar Prof. Sulaeman saat dihubungi Suara.com, Rabu (1/1/2020).

  1. Pastikan air minum direbus

Banyak orang mengandalkan air galon atau air kemasan untuk minum. Tapi patut diperhatikan asal atau sumber air kemasan. Menurut Prof. Sulaeman, minum air isi ulang yang tidak jelas asalnya, terlebih saat tanah sedang tergenang air, sangatlah tidak aman. Jadi, pastikan selalu merebus air sebelum diminum.

"Sebaiknya air minum adalah air yang direbus. Air galon, tergantung dari sumbernya. Jadi, pastikan air direbus sampai mendidih," jelasnya.

  1. Buah dan sayur dikupas dan dicuci air hangat

Makan sayur mentah atau lalapan mungkin jadi langkah praktis saat bahan makanan lain sulit didapat. Tapi saat banjir melanda, Prof. Sulaeman meminta untuk berhati-hatu makan lalapan. Ada baiknya lalapan lebih dulu direndam di dalam air hangat suam-suam kuku agar kumannya mati. Sedangkan untuk buah, pastikan setelah dicuci dikupas terlebih dahulu.

"Untuk makanan, pastikan buah selalu dikupas. Kondisi kita saat banjir juga kurang fit, jadi harus hati-hati dengan makanan. Kalau dalam kondisi biasa saja, sih, tidak apa-apa (makan lalap)," paparnya.

  1. Konsumsi vitamin C

Saat cuaca tidak menentu dan peredaran kuman dimana-mana, Prof. Sulaeman mengingatkan untuk memastikan daya tahan tubuh tetap stabil untuk mencegah kuman menginfeksi. Jadi, cobalah konsumsi vitamin C untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

"Hujan begini, asupan vitamin C harus cukup karena daya tahan tubuh kita menurun. Bisa vitamin C di suplemen, ataupun memperbanyak buah-buahan," katanya

  1. Jaga suhu tubuh tetap normal

Suhu tubuh tetap normal jadi tanda imuntas tubuh bisa bekerja maksimal saat melawan penyakit dan kuman, seperti halnya kolera dan flu yang kerap menyerang saat musim banjir. Jadi, pastikan selalu memakai baju hangat, dan pastikan selalu mengganti baju yang basah terkena hujan atau banjir. "Jaga suhu tubuh tetap normal jangan sampai kedinginan," tutup Prof. Sulaeman.

Hujan dan Banjir Melanda, Waspadai Penyakit-penyakit Ini

Hujan dan Banjir Melanda, Waspadai Penyakit-penyakit Ini

Info Kesehatan

Jakarta, NU Online

Tahun baru 2020 menjadi duka mendalam bagi masyarakat Indonesia, mengawali tahun diawal bulan Januari sejumlah daerah terutama di DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten tertimpa banjir yang mengakibatkan rumah-rumah warga runtuh dan hancur.  Dokter Umum di Rumah Sakit UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Mahesa Parandipa mengatakan selain menimbulkan permasalahan ekonomi dan sosial, banjir dapat menimbulkan permasalahan lain yang perlu diperhatikan yakni masalah kesehatan masyarakat terdampak banjir.

Berikut permasalahan kesehatan yang sering dialami ketika musim hujan dan musibah banjir:

Pertama, kata dia, penyakit yang disebabkan oleh nyamuk. Ia menuturkan, ketika musim penghujan, terjadi genangan air di mana-mana. Genangan air tersebut akan menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.  Genangan air yang jernih akan menjadi tempat terbaik bagi perkembang biakan nyamuk Aedes Aegypti. Nyamuk ini merupakan perantara (vector) penularan virus Dengue dan virus Chikungunya.  Virus ini, kata Mahesa sering menimbulkan penyakit ketika musim penghujan dan banjir, misalnya Demam Berdarah dan penyakit Cikungunya. Penyakit  ditandai dengan demam tinggi serta bintik-bintik merah di kulit.  Sementara itu,  pada penyakit demam berdarah, kondisi pasien akan memburuk jika terjadi penurunan jumlah trombosit dalam darah dan dalam jumlah yang signifikan, karena mengakibatkan terjadi perdarahan di dalam tubuh. Sedangkan pada penyakit Chikungunya, ditandai dengan panas tinggi serta nyeri pada hampir seluruh persendian. Selanjutnya, selain nyamuk Aedes Aegypti, di beberapa daerah terdapat nyamuk jenis lain yang akan meningkat jumlahnya, yaitu nyamuk Anopheles yang menularkan parasite malaria. Penyakit itu ditandai dengan demam dengan pola demam tinggi-suhu tubuh menurun dan tubuh terasa menggigil.

Kedua, Diare. Mahesa menyebut di saat musim penghujan dan banjir, sumber-sumber air bersih akan tercemar, sampah serta kotoran akan banyak berserakan di mana-mana, banyak hewan-hewan pengerat atau hewan kecil yang mati karena tenggelam saat banjir melanda. Air yang tidak bersih tentu akan banyak mengandung bakteri.  Ia menjelaskan, sampah yang berserakan dan hewan yang mati tersebut menyebabkan bertambahnya jumlah lalat yang membawa bakteri kemudian hinggap di makanan atau minuman. Hal ini mengakibatkan kasus-kasus diare banyak terjadi.

"Ketiga, Demam Tifoid. Selain diare, penyakit saluran cerna lain yang sering terjadi saat musim penghujan dan banjir adalah demam tifoid atau tifus. Penyakit yang disebabkan masukkan kuman Salmonella Typhosa ke dalam saluran cerna melalui makanan atau minuman yang dikonsumsi," katanya saat diwawancarai NU Online,  Kamis (2/1). Ia mengatakan, gejala penyakit tidak khas, ditandai dengan demam tinggi lebih dari 390C, badan lemah, sakit kepala, nyeri otot, kehilangan nafsu makan, sakit perut, dan pada kasus tertentu muncul penyebaran bercak merah muda (rose spot).

Penyakit keempat adalah Leptospirosis. Menurut Mahesa, saat banjir melanda, tikus-tikus yang banyak berdiam di selokan dan tempat-tempat kotor lain akan banyak keluar dari tempatnya dan berkeliaran kemana-mana. Bakteri Leptospira ditularkan oleh tikus melalui air kencing. Kulit yang mengalami luka rentan dimasuki bakteri ini pada saat kontak dengan air atau tanah yang terkontaminasi.   "Gejala penyakit ini ditandai dengan demam tinggi, nyeri otot, mual, sakit kepala, mata merah dan iritasi. Pasien biasanya membaik dalam waktu satu minggu, sebagian mengalami kondisi yang memburuk yang ditandai dengan gangguan fungsi hati, ginjal , dan jantung," ucapnya.  Kemudian, infeksi saluran pernafasan (Ispa). Penyakit kelima ini muncul saat musim penghujan dimana, kelembaban meningkat serta suhu udara sedikit lebih rendah dan menyebabkan daya tahan tubuh menurun.  Daya tahan tubuh yang menurun inilah yang menyebabkan seseorang gampang terinfeksi oleh virus maupun mikroba lainnya.  Infeksi paling banyak dialami adalah infeksi saluran pernafasan akut. Penyakit ini ditandai dengan tidak enak badan.

Dari Koin, NU Purbalingga Berhasil Bangun Klinik Kesehatan

Dari Koin, NU Purbalingga Berhasil Bangun Klinik Kesehatan

NU Purbalingga Bangun Klinik Kesehatan

Purbalingga, NU Online

Satu program yang berhasil diwujudkan Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Karangmoncol, Purbalingga, Jawa Tengah, yakni membangun 'Klinik Kesehatan' dari pengumpulan kotak infaq (koin) sejak tahun 2017.   Bangunan berdiri megah di atas lahan yag merupakan wakaf dari orang tua Ketua DPC PKB Purbalingga H Slamet Wahidin dan sertifikat diserahkan saat peresmian klinik kesehatan pada Sabtu (26/10).

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Purbalingga H Selamet Wahidin mengatakan, dirinya mendapat amanah dari orang tuanya menyerahkan sebidang tanah untuk bangunan klinik kesehatan.   "Saya mendapat amanah dari kedua orang tua saya untuk untuk mewakafkan tanahnya jika sekiranya NU membutuhkan," ujarnya.    Dikatakan, ketika MWC NU akan membangun klinik saya segera mewakafkan tanah tersebut. Dengan harapan setelah klinik ini beroperasi semoga bermanfa'at buat masyarakat.    Selain wakaf sebidang tanah, MWCNU Karangmoncol juga menerima bantuan hibah satu unit ambulan dari Fraksi PKB DPRD Purbalingga yang penyerahannya diwakili Miswanto dan disaksikan Wakil Ketua PCNU Purbalingga KH Tofiq.    Ketua MWCNU Karangmoncol, Kiai Hafidz Husni mengatakan, pengumpulan uang koin mulai sejak tahun 2017 dan hingga bangunan klinik selesai terkumpul dana hingga miliaran.  "Untuk tenaga dan pekerja bangunan dibantu relawan dari warga NU, Ansor, dan Banser," paparnya.    Selain peresmian klinik kesehatan, dalam rangka Peringatan Hari Santri MWCNU Karangmoncol juga menggelar pawai ta'aruf dengan melibatkan seluruh santri pondok pesantren, siswa di lingkungan LP Ma'arif, badan otonom, dan warga NU se-Kecamatan Karangmoncol.   Camat Karangmoncol, Purbalingga Juli Atmadi sangat apresiasi kepada warga NU Karangmoncol yang berhasil membangun klinik kesehatan melalui pengumpulan koin sejak tahun 2017.   "Potensi besar di Kecamatan Karangmoncol Alhamdulillah dapat menghasilkan susuatu yang bermanfaat bagi umat dan pengurus NU berhasil mewujudkannya," ujarnya.   "Dan yang membanggakan, dengan cara mengumpulkan uang koin sampai bisa mendirikan sebuah bangunan klinik yang sebegini megahnya menghabiskan dana miliaran rupiah cukup dengan uang koin ini semua bentuk kepedulian dan kebersamaan warga NU," imbuhnya.    Maka sudah selayaknya lanjutnya, dengan sebutan NU gigih dalam perjuangan mengabdi buat agama dan bangsa. Kiai-kiai NU santri-santri NU, Ansor, dan Banser dengan penuh keikhlasan menumpas penjajah dengan sebutan Resolusi Jihad.  "Sampai sekarang perjuangan Ansor dan Banser dengan sukarela menjaga NKRI tanpa gaji dari siapapun bahkan seragampun beli sendiri. Dengan penuh harapan setelah berdirinya klinik NU bisa membantu kesehatan masyarakat dengan penanganan dan perawatan yang handal dan profesional," tuturnya.   Acara peresmian klinik yang dihadiri ribuan pengunjung, selain diawali pawai ta'aruf, momentum itu juga dimanfaatkan untuk pelantikan Pengurus MWCNU dan PAC Fatayat NU Karangmoncol  dengan menghadirkan Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidullah Shodaqoh untuk memberikan mauidhah hasanah.

Kontributor: Hamka Baskara

Editor: Abdul Muiz Tags: #purbalingga #klinik nu #koin

Post Terbaru

Lembaga Kesehatan NU Kembangkan Kembali Kader Penanggulangan TBC

Lembaga Kesehatan NU Kembangkan Kembali Kader Penanggulangan TBC

Esty Febriani saat memberi sambutan Seminar Penanggulangan TB di Hotel Acacia, Jakarta Pusat, Selasa (10/12). (Foto: NU Online/Husni Sahal)
Jakarta, NU Online

Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI menggelar Seminar Penanggulangan Tubercolosis (TB) selama dua hari, Selasa sampai Rabu (10-11/12) di Hotel Acacia, Jakarta Pusat. Kegiatan ini dalam rangka meneguhkan kiprah NU dalam menanggulangi TB agar Indonesia terbebas darinya. Seminar ini diisi oleh Ketua PBNU H Syahrizal Syarif, Katib Syuriyah PBNU KH Miftah Faqih, dan perwakilan dari Perhimpunan Organisasi Pasien (POP) TB Indonesia Binsar. Adapun peserta yang mengikuti acara ini berasal dari lembaga dan banom NU, mahasiswa Unusia Jakarta, kader TB, kader Diabtes Mellitus (DM), dan region dan SSR DKI Jakarta.  Penangung Jawab Teknis Program TB, Esty Febriani, mengatakan bahwa Indonesia sangat berharap kepada NU agar membantu menanggulangi TB. NU menurutnya dipercaya karena selain memiliki anggota yang banyak, juga memiliki komitmen yang tinggi.  "Ini untuk mengembangkan kader-kader yang akan secara intensif membantu di dalam penuntasan TB di Indonesia," kata Esty. Untuk itu, katanya, melalui seminar ini, peserta dari lembaga dan banom NU, serta dari mahasiswa diundang. Seusai seminar, acara dilanjutkan dengan forum kecil. Lewat forum tersebut, kata Esty, pihaknya akan mengidentifikasi kegiatan-kegiatan banom dan lembaga NU, serta mahasiswa Unusia Jakarta. Setelah teridentifikasi, nanti mengedukasi tentang TB. "Itu salah satu outputnya. Apakah nanti dengan Unusia kita juga melihat, di mana nih kita bisa masuk untuk memberikan edukasi tentang Tubercolosis, di mana saja," ucapnya. Ia juga menyatakan bahwa masih banyak pemuda yang belum mengetahui tentang TB. Padahal menurutnya, peran pemuda sangat penting karena bisa kampanye melalui media sosial. "Mereka itu bisa untuk edukasi karena mereka aktif gunakan media sosial. Mereka (bisa jadi) influencer," ucapnya. Sementara Sekretaris LKNU Citra Fitria mengungkapkan tentang peringkat Indonesia yang belum baik dalam hal TB. Rilis terakhir, Indonesia menempati rangking ke tiga di dunia di bawah India dan Cina. Ia berharap, melalui pertemuan ini, peserta dapat menjadi kader aktif, sehingga peringkat Indonesia bisa keluar dari tiga besar. "Ini (peringkat ke tiga di dunia) bukan prestasi yang bisa dibanggakan. Mudah-mudahan pertemuan ini bisa bermanfaat. Kehadiran ibu-ibu, bapak-bapak, dan saudara-saudara sekalian bisa berkontribusi buat bangsa Indonesia. Sekecil apapun kontribusi kita, inilah yang bisa kita berikan untuk bangsa kita," kata perempuan yang kerap disapa Civi itu.

Pewarta: Husni Sahal

Editor: Abdullah Alawi


 

Post Terbaru

Katib Syuriyah PBNU: NU Lahir untuk Turut Berperan Menata Dunia

Katib Syuriyah PBNU: NU Lahir untuk Turut Berperan Menata Dunia

KH. Miftah Faqih (Khatib Syuriah PBNU)
Jakarta, NU Online

Nahdlatul Ulama (NU) merupakan  organisasi yang memiliki peran penting dalam menyelesaikan persoalan-persoalan sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Peran itu tidak lepas dari kelahirannya yang bertujuan untuk menata dunia. Tak hanya itu, NU juga lahir demi kebahagiaan akhirat. Demikian disampaikan Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftah Faqih saat mengisi Seminar Penanggulangan Tubercolosis (TB) di Hotel Acacia, Jakarta Pusat, Selasa (10/12). Menurut Miftah, karena NU merupakan organisasi struktural, maka dalam menyelesaikan berbagai persoalan, NU selalu berkoordinasi dengan pengurus-pengurus yang ada di tingkat bawahnya. Begitu juga dalam upaya penanggulangan TB, LKNU sudah selayaknya menggandeng lembaga-lembaga yang berada di bawahnya. "Program ini adalah agenda, bukan proyek, di mana agenda ini memiliki kepentingan-kepentingan. Apa kepentingannya? Memanusiakan manusia: menghadirkan kemaslahatan bagi yang lain. Menghadirkan ketersambungan satu terhadap yang lainnya," katanya. Ia mengatakan bahwa yang menjadi tujuan NU dalam mewujudkan program-programnya hanya untuk kemasalahatan masyarakat. Oleh karena itu, menjadi tidak mengherankan karena dalam berbagai kesempatan, NU selalu ikut turun menangani berbagai bencana yang menimpa masyarakat. "Bencana apa pun: bencana kemiskinan, bencana kesehatan, bencana alam dan sebagainya, dan sebagainya dengan lembaga yang ada (di NU)," ucapnya. Ia menyatakan bahwa NU melalui LKNU telah berpartisipasi tidak hanya menanggulangi berbagai penyakit, seperti malaria, HIV AIDS, dan TB, tetapi juga menghilangkan stigma-stigma negatif dari masyarakat kepada penderita penyakit. "Demikian juga dengan TB, NU hadir untuk menghapuskan stigmatisasi dan bagaimana agar kehidupan sehat benar-benar menjadi orientasi semua orang. Memberikan siapa pun yang terkena TB itu mempunyai harapan hidup, bukan didiskriminasikan, tetapi di sini benar-benar diberikan harapan hidup karena dia pun juga manusia yang punya hak hidup. Nahdlatul Ulama berupaya untuk menghadirkan itu (memberikan harapan hidup kepada penderita penyakit)," terangnya. Selain Miftah, pembicara lain yang hadir ialah Ketua PBNU H Syahrizal Syarif dan perwakilan dari Perhimpunan Organisasi Pasien (POP) TB Indonesia Binsar. Adapun peserta yang mengikuti acara ini berasal dari lembaga dan banom NU, mahasiswa Unusia Jakarta, kader TB, kader Diabtes Mellitus (DM), dan region dan SSR DKI Jakarta.

Pewarta: Husni Sahal

Editor: Abdullah Alawi

Post Terbaru

NU Lakukan Empat Hal agar Program Kesehatan Dirasakan Masyarakat

NU Lakukan Empat Hal agar Program Kesehatan Dirasakan Masyarakat

Ketua PBNU H Syahrizal Syarif saat mengisi Seminar Penanggulangan Tubercolosis (TB) di Hotel Acacia, Jakarta Pusat, Selasa (10/12). (Foto: NU Online/Husni Sahal)
Jakarta, NU Online

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Syahrizal Syarif mengemukakan empat hal yang akan dilakukan NU agar program-program kesehatan terlaksana dengan baik, sehingga manfaatnya dapat secara nyata dirasakan oleh masyarakat. Pertama, mengadvokasi peraturan atau kebijakan pemerintah terkait kesehatan. "Salah satunya yang tengah menjadi persoalan adalah BPJS. Saya tegas menyatakan bahwa untuk yang mandiri kelas 3 tidak boleh dinaikkan karena itu bentuk dari keberpihakan pemerintah kepada masyarakat. Jadi peraturan, kita harus terlibat dalam peraturan-peraturan advokasi," kata Syahrizal saat mengisi Seminar Penanggulangan Tubercolosis (TB) di Hotel Acacia, Jakarta Pusat, Selasa (10/12). Kedua, NU terus meningkatkan fasilitas kesehatan. Saat ini, katanya, NU memiliki Badan Pelaksana Kesehatan (BPN). BPN ini berfungsi mendampingi NU yang ada di tingkat wilayah atau cabang yang ingin mendirikan fasilitas kesehatan. "Nanti dikasih petunjuk bagaimana caranya membangun fasilitas kesehatan atau melihat kemungkinan-kemungkinan sumber daya untuk membangun kesehatan. Sekarang ini didirikan berbagai macam rumah sakit, didirikan minimal didirikan klinik pratama," katanya. Setelah fasilitas kesehatan berdiri, ia tidak perlu mengkhawatirkan keberlangsungannya karena kini, di NU  telah ada asosiasi Rumah Sakit NU (RSNU) dan Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU). Terkait keberadaan dokter di tubuh NU, ia bersyukur karena kini telah banyak dokter-dokter bermunculan dari NU. Hal itu dikatakannya berbeda jauh dibandingkan 30 tahunan yang lalu. Menurutnya, saat itu di PBNU yang menyandang gelar dokter hanya dua orang: Fahmi D Saifuddin dan dirinya. "Tapi sekarang Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama itu mengkonsolidasi kurang lebih 300 dokter spesialis. Tapi nanti kita tentu akan menggalang, mengkonsolidasi apoteker, mengkonsolidasi ahli kesehatan masyarakat, bidan, perwat, dan sebagainya. Kita bergerak ke arah sana satu-satu. Jadi saya kira, situasi ini kita akan bermitra di dalam pelayanan kesehatan yang bermutu," terangnya. Ketiga, kemampuan mobilisasi masyarakat. Sudah mafhum bahwa NU merupakan organisasi sosial keagamaan yang memiliki anggota terbanyak di Indonesia. Dengan jumlah yang banyak ini, maka program-program kesehatan dapat terwujud. Keempat, harus terlibat dalam komunikasi perubahan prilaku. Maksudnya adalah, terlibat dalam mengubah perilaku masyarakat agar hidup bersih dan sehat.

Pewarta: Husni Sahal

Editor: Abdullah Alawi

Post Terbaru

LKNU Advokasi Para Pengidap TBC Melalui Kader-Kader Muda

LKNU Advokasi Para Pengidap TBC Melalui Kader-Kader Muda

Esty Febriani Penanggung Jawab Teknis Program TBC
Repost, Laduni.id

Jakarta - Hingga kini, BATUK kerap dianggap sebagai salah satu jenis penyakit ringan yang jarang ditanggapi serius oleh banyak orang. Padahal batuk yang dianggap ringan ini bisa saja merupakan pertanda dari terjangkitnya seseorang oleh penyakit TBC atau Tuberculosis.

Indonesia mengalamai darurat TBC sudah sejak lama. Pasalnya TBC merupakan penyakit yang mudah menghinggapi siapa saja karena sifatnya yang menular. Indonesia, seperti diungkapkan oleh Dr. Esty Febriani M.Kes, SR-Khusus LKNU berada pada posisi 3 besar di dunia terkait banyaknya orang yang terjangkit TBC. Hal ini menunjukkan bahwa penyakit TB bukanlah hal yang bisa dianggap remeh.

“Indonesia berada di peringkat ke 3 terkait TBC, sebelumnya berada di peringkat ke 2. Kata Dr. Esty Febriani M.Kes (SR-Khusus LKNU) pada acara yang diselenggarakan oleh LKNU bekerjasama dengan Kementerian kesehatan dan TB Community, Selasa, 10/12/2019 di hotel Acacia.

Mengusung tema “Meneguhkan Kiprah Organisasi NU Dalam Program Penanggulangan TBC", Esty berharap agar berbagai elemen khususnya NU turut andil memberikan kontribusi dalam rangka menghentikan penyebaran TB serta upaya menanggulanginya.

“Mudah-mudahan dengan adanya kontribusi dari bapak ibu, saudara-saudara sekalian akan bisa menurunkan kembali rangkingnya supaya gak masuk 3 besar.” Ujarnya.

Esty mengungkapkan bahwa LKNU memiliki berbagai project yang didanai langsung oleh Global Fund. Tujuan dari project tersebut menurutnya guna mengembangkan kader-kader yang akan secara intensif membantu dalam menuntaskan prsoalan TBC.

“Jadi hal yang pertama kita lakukan adalah menemukan pasien TBC. Yang kedua mendampingi pasien hingga sembuh, yang ketiga advokasi. Jadi ini adalah bagian advokasi.” Tuturnya.

Meski begitu, Esti mengakui bahwa sampai saat ini untuk mengembangkan kader-kader TBC tak semudah membalikkan telapak tangan. Salah satu tantangan yang dihadapi ialah minimnya peran para generasi muda dalam mensosialisasikan TBC.

“Kesulitannya mencari kader, karena mereka belum tahu. Insya Allah jika mereka diberi tahu dan mereka sudah mengerti, mereka akan melakukannya.” Ujarnya.

Ia meyakini bahwa dengan adanya proses edukasi untuk para anak muda, potensi yang mereka miliki mampu bermanfaat dalam rangka menyelesaikan berbagai problematika terkait TBC.

“Sementara sebenarnya mereka itu misalnya untuk edukasi, mereka aktif menggunakan sosial media sebagai influencer. Mereka itu key influencer sebenarnya bisa kita manfaatkan untuk memberikan edukasi.” Ungkapnya.

Post Terbaru

Ketua PBNU dr. Syahrizal Tegaskan Pentingnya Basis Komunitas Dalam Menyelesaikan Masalah TBC.

Ketua PBNU dr. Syahrizal Tegaskan Pentingnya Basis Komunitas Dalam Menyelesaikan Masalah TBC.

dr. H. Syahrizal Syarif, MPH., Ph.d (Ketua PBNU).
Repost LADUNI.ID,

Jakarta - Ketua PBNU dr. H. syahrizal syarif, MPH., Ph.D menyebut hingga hari ini penyakit Tuberclosis (TBC) masih menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat di berbagai penjuru dunia. Pasalnya penyakit yang disebabkan oleh microorganism ini mampu membunuh jutaan manusia dibandingkan konflik bersenjata maupun konflik politik.

“Jadi berita buruknya adalah sampai hari ini kita masih terus akan menghadapinya.” Ungkapnya dalam acara seminar yang bertajuk “Meneguhkan Kiprah Organisasi NU Dalam Program Penanggulangan TBC" di hotel Acacia, pada Selasa, 10/12/2019.

Berkaca pada situasi yang pernah terjadi di Amerika, Rizal menampik anggapan di masyarakat bahwa penyakit TBC susah untuk dihilangkan. Pasalnya kurun tahun 1992 hingga tahun 2018, Amerika telah memulai program intensif dalam rangka menurunkan angka penderita TBC dan berhasil turun di angka yang drastis. Ia pun meyakini bahwa dengan tekad yang kuat, Indonesia juga mampu menekan angka para pengidap TBC.

“Jadi kalau ada orang bilang Tb susah dihilangkan itu tidak.” Tuturnya.

LKNU, lanjutnya, ketika bekerjasama dengan USAID dan 8 negara di tahun 2012 telah berhasil membuktikan kerja kerasnya dalam membuka hampir 30% kasus baru yang terjadi di Indonesia. Berbeda halnya dengan 7 negara lainnya yang ikut berpartisipasi dalam program tersebut yang dinilai USAID tidak memberikan dampak yang signifikan karena hanya berdampak kepada pengurangan stigma negatif terhadap pengidap TB, namun upaya tersebut belum menyentuh pada upaya membuka kasus-kasus baru TBC di negara mereka.

Atas upaya tersebut, syahrizal pun memberikan apresiasi kepada LKNU atas kerja-kerja kemanusiaan yang telah dilakukan.

“Kepercayaan kepada LKNU ini harus dijaga. Di dunia, civil society yang memberi dampak besar dan punya jaringan kuat di dunia salah satunya yang diakui oleh USAID adalah LKNU.” Ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Syahrizal juga menyampaikan pentingnya basis komunitas. Karena menurutnya problem terbesar yang masih dihadapi hingga hari ini adalah menemukan kasus yang baru.

“Saya ingin sampaikan juga bahwa ini penting karena memang untuk mengatasi TB tidak mungkin (sendiri), harus memiliki base. Harus melakukan basis aktif. LKNU melakukan ketok pintu. Nah itu yang menurut saya pendekatan yang luar biasa. Karena itu mengangkat kasus baru yang cukup besar dan sangat bermanfaat.” Ungkapnya.

Ia pun meminta kepada pemerintah agar memberikan kepercayaan pada community base seperti NU Muhammadiyah. Karena baginya, community base hanya memiliki komitmen namun terbatas di pendanaan.

“Memang harus bermitra bersama”. Tuturnya.

Acara yang diselenggarakan oleh LKNU bekerjasama dengan Kementerian kesehatan melalui TB Community ini berlangsung selama 2 hari dan dihadiri oleh berbagai organisasi pemuda, Lembaga dan Banom NU.

Post Terbaru