Hari Yoga Sedunia 2019 dan Hukum Yoga dalam Islam

Hari Yoga Sedunia 2019 dan Hukum Yoga dalam Islam

Hari Yoga Sedunia 2019 dan ulasan singkat mengenai hukum yoga dalam Islam.

Hari Yoga yang jatuh pada waktu dimana titik balik matahari musim panas yaitu pada tanggal 21 Juni memiliki makna tersendiri yang berintikan keharmonisan dan kedamaian bagi kemanusian.

Beragam manfaat yoga untuk kesehatan

Dihimpun dari hallosehat.com

Rutin beryoga akan mengasah fokus mental dan membuang racun keluar dari dalam tubuh. Anda juga akan meningkatkan fleksibilitas tubuh, yang tidak hanya bermanfaat untuk kesiapan fisik sebelum berolahraga tapi juga mencegah cedera.

Bagaimana Hukumnya dalam Islam :

MUI telah membentuk team khusus yang bertugas untuk mengkaji praktek yoga di Indonesia. Dari hasil kajian didapati bahwa praktek yoga yang dilakukan di Indonesia dapat diklasifikasikan kepada tiga bentuk, yaitu;

Yoga murni olah raga, yaitu yoga yang murni merupakan kegiatan olahraga yang menyeimbangkan body, mind, dan soul yang tidak terkait dengan keyakinan dan ritual agama tertentu. Dalam yoga jenis ketiga ini ada terminologi yang menggunakan bahasa Sansekerta tetapi tidak terkait dengan ajaran agama tertentu. Praktek yoga semacam ini banyak ditemukan pada sanggar-sanggar senam yoga di DKI, yaitu Yoga Bikram, Celebriti Fitness dan di Bandung, yaitu Sanggar Yoga Leaf. Meskipun demikian, perlu diwaspadai masuknya unsur-unsur agama lain dalam pengajaran yoga ini.

Yoga yang murni olahraga pernafasan untuk kepentingan kesehatan hukumnya mubah (boleh).

REKOMENDASI

Menghimbau umat Islam untuk tidak memilih kegiatan olah raga yang memperagakan unsur meditasi dan mantra sebagai langkah preventif agar tidak merusak aqidah.

DASAR PENETAPAN

  1. Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَلَا تُبْطِلُوا أَعْمَالَكُمْ

"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu." (QS. Muhammad [47]: 33)

  1. Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala:

وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ

"Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui." (QS. al-Baqarah [2]: 42)

  1. Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu." (QS. al-Baqarah [2]: 208)

  1. Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala:

الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُم بِظُلْمٍ أُولَٰئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ

"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. Al-An'am [6]: 82)

  1. Hadits Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Dari Ibnu umar r.a. berkata, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam besabda: "Barangsiapa yang menyerupai (bertasyabbuh) suatu kaum, maka ia termasuk di kalangan mereka." (HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban)

  1. Hadits Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam:

إِنَّ اللهَ لَمْ يَجْعَلْ شِفَاءَكُمْ فِيْمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمْ

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda: "Sesungguhnya Allah tidak menjadikan kesembuhan kamu pada apa yang diharamkan atas kamu." (HR. Al-Baihaqi)

  1. Hadits Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam:

إِنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ الدَّاءَ وَالدَّوَاءَ وَجَعَلَ لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءً، فَتَدَاوَوْا وَلاَ تَدَاوَوْا بِحَرَامٍ

Bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda: "Sesungguhnya Allah telah menurunkan penyakit dengan obatnya, maka berobatlah dan jangan kamu berobat dengan yang haram." (HR. Abu Daud)

  1. Kaidah Sadd Al-Dzari'ah

***

 

Ditetapkan di: Padangpanjang

© Fatwa MUI, Hukum Senam Yoga Berdasarkan Keputusan Ijtima' Ulama Indonesia | AL MUKHTASHAR

Source: https://eshaardhie.blogspot.com/2016/05/hukum-senam-yoga-berdasarkan-keputusan-ijtima-ulama-komisi-fatwa-mui-se-indonesia.html