Dua Tahun Berjalan Program LKNU untuk Diabetes Mellitus Capai Target

Dua Tahun Berjalan Program LKNU untuk Diabetes Mellitus Capai Target

Esty Febriani, Penanggung Jawab Program DM-LKNU

Jakarta, NU Online

Selama dua tahun kebelakang ini Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) melalui program Diabetes Mellitus (DM) secara resmi ditutup di lantai 8, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (3/9). Program yang didukung World Diabetes Foundation (WDF) itu bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang Diabetes Mellitus.

Penanggung Jawab Program LKNU for DM, Esty Febriani menyatakan bahwa lembaganya baru pertama kali mengadakan program terkait penyakit tidak menular. Sebelumnya, LKNU memberikan perhatian kepada penyakit menular, seperti tuberkulosis. “Kali ini kita memasuki kegiatan yang berbeda. Kita fokus pada kegiatan penyakit yang tidak menular dalam hal ini diaebetes,” kata Esty. Menurut perempuan yang juga menjadi dosen di Pascasarjana  Kesehatan Masyarakat STIKES Kuningan, Jawa Barat itu, programnya dilakukan di lima kabupaten/kota, yaitu Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Depok, Blitar, dan Jombang.

Lalu, apa saja yang telah dilakukan selama dua tahun itu dan bagaimana hasilnya? Untuk mengetahui jawabannya, Jurnalis NU Online Husni Sahal telah berbincang-bincang dengan perempuan berusia 53 tahun ini.

Selama dua tahun itu, apa saja yang telah dilakukan LKNU?

Jadi LKNU dalam hal ini sebenarnya walaupun kabupatennya banyak tuh, Mas, tapi sebenarnya cakupannya di tingkat kecamatan karena project ini kita lebih ingin membuat model. Jadi mempelajari bagaimana pendekatan terhadap masyarakat untuk diabetes mellitus itu. Jadi yang pertama kita lakukan pelatihannya tokoh-tokohnya itu kita gunakan kader, tokoh agama, juga tokoh masyarakat. Jadi kader-kadernya diawali kita latih dulu untuk tau tentang kader, kerjaan kader, terus bagaimana mereka melakukan screening atau pemeriksaan untuk orang diabetes jadi misalnya berat badannya, lingkar pinggangnya, terus juga tes gula darah menggunakan stik untuk jari, dan juga tekanan darah. Jadi untuk tahu apakah dia hipertensi atau enggak.

Setelah kita latih, kader-kadernya turun dan juga mereka kita bekalin dengan media komunikasi jadi misalnya dengan leaflet untuk mereka melakukan edukasi masyarakat. Jadi dengan screening itu mereka masuk ke pengajian-pengajian juga kegiatan majelis taklim, kegiatan posyandu gitu untuk memeriksa ibu-ibu dan bapak-bapak juga, sehingga dari hasilnya kita kader itu melakukan screening terhadap 25 angota masyarakat.

Dari 25 ribu itu ada sekitar 10 ribu yang dia berisiko untuk hipertensi atau dia juga beresiko untuk diabetes, karena 2 penyakit ini berdekatan ini. Kalau dia diabet dia bisa menjadi hipertensi juga atau sebaliknya. Jadi di 5 kabupaten, 8 kecamatan. Jadi kan kita di Jawa Timur ada dua kabupaten: Kabupaten Jombang sama Blitar. Terus di Depok, di Jakarta Pusat: Senen masuk, Kramat masuk wilayah kerja juga, Kenari masuk. Terus Jakarta Selatan.

Ada lagi yang dilakukan?

Selain itu kita juga melatih tenaga kesehatan. Yang dilatih itu tenaga kesehatan di puskesmas dan juga klinik-klinik NU. Ada sekitar 15 Fasilitas Kesehatan, termasuk klinik NU atau yang berafiliasi. Jadi walaupun dia bukan klinik NU, tapi berafiliasi, kerja sama dengan NU.

Waktu merekrut kader apakah mengalami kesusahan?

Enggak. Terutama untuk daerah Jawa Timur, ya, karena Jawa Timur kita memang pakai kader-kader yang biasa dengan NU, umumnya dari NU: apakah itu Fatayat, Muslimat. Dan kalau di kota lebih beragam karena kadernya juga ada kader Posyandu, ada kader PKK karena sebagian emang dari kader organisasi. Gak kesulitan, Mas, justru tingkat keaktifan kadernya itu lebih dari 80. Jadi kalau pengalaman saya, ya, kalau tingkat keaktifan kader di atas 80 persen itu biasanya sulit, tapi untuk diabetes ini umumnya mereka tetap aktif setelah 2 tahun.

Jadi menurut mereka sih lebih karena ini jarang intervensi untuk diabetes masih jarang, juga karena risikonya setelah mereka mempelajari itu resikonya sangat tinggi, terutama berkaitan dengan kemungkinan orang diabet juga terinfeksi penyakit lain. Jadi kaya dengan tuberkolosis, penyakit ginjal. Jadi diabet itu pintu masuk segala penyakit.

Kader yang direkrut ini volunteer?

Volunter, walaupun ada transportasi, ya. Jadi mereka lebih bekerja secara kelompok. Jadi kalau misalkan melakukan screening, biasanya mereka turun ada 4 orang. Mereka yang ngatur sendiri untuk itu. Volunter, Mas.

Bagaimana antusiasme masyarakat terhadap program ini?

Ini gak hanya sosialisasi, tapi juga langsung screening, ya. Antusias masyarakat itu memang berbeda di desa dan kota berbeda, ya. Jadi kalau di Jakarta tidak terlalu mudah karena kegiatan kemasyarakatan itu agak sulit digagas kalau di perkotaan, tetapi kalau di pedesaan, misalnya di Blitar sama Jombang, karena terutama saya pikir karena daerah NU, itu yang pertama, kedua karena daerah yang luas pada saat itu pendekatan ke masyarakat lebih mudah dilakukan, lebih efektif.

Berarti ini menjadi PR di kota ya?

Iya, di kota. Sementara angka DM itu di perkotaan itu lebih tinggi karena gaya hidup masyarakat, jadi kurang gerak. Tidak hanya makanan, ya, tapi juga kurang gerak salah satu penyebab. Terus potensi lainnya merokok karena merokok Itu juga salah satu faktor risiko untuk diabet.

Lalu apa yang harus dievaluasi untuk di kota?

Kita pikir gini, ya, karena kemarin kita juga lakukan kayak survei terhadap misalnya di Depok. Depok kan semi perkotaan, terus jadi hasil survei nya terlihat bahwa masyarakatnya itu untuk informasi media informasinya mereka lebih memilih misalkan media internet, terus juga jadi lebih kepada sosial media, sementara kalau di daerah pedesaan, kita ngambil sampelnya Blitar yang mereka pilih memang kegiatan kemasyarakatan untuk mengambil informasi. Jadi perlu sekali kita ketika untuk mengembangkan masyarakat untuk memberitahu masyarakat itu kita harus sensitif mengetahui situasi lokal. Jadi misalnya kaya di perkotaan mereka kan akses internet lebih banyak, ya, sehingga yang penting sekali kita lakukan menurut saya, ya, kita menyediakan informasi yang gak hoaks gitu loh. Jadi yang bener, yang menjadikan akses mereka dan misalnya memakai aplikasi berbasis internet itu akan bisa. Kalau di pedesaan masih guyub, jadi kegiatan kemasyarakatan itu lebih menjadi pilihan mereka untuk media di edukasi.

Bagaimana hasil dari program yang telah dilakukan selama dua tahun itu? 

Hasilnya kalau untuk kegiatan screeningnya bagus, ya, Mas. Jadi kita mencapai lebih dari yang kita jadi target. Targetnya 24 ribu, kita nyampe screeningnya 25 ribu. Terus yang menjadi tantangan adalah karena kan udah ketemu tuh orang ini gula darahnya terganggu, Jadi biasanya disebut di atas 200 itu gula darahnya sudah dianggap gula darah terganggu. Seharusnya dia datang nih ke layanan: apakah ke puskesmas apa klinik, tapi dia nggak datang dengan berbagai macam alasan, ‘oh ini kan penyakitnya gak serius’. Kalau mereka menganggap diabet itu kalau masih 200 itu masih oke-oke saja. Jadi intinya menganggap penyakit itu gak serius. Padahal dia datang ke layanan terus dia harus dipantau minimal 3 bulan: apakah kadar gulanya memang tetap tinggi. Nah kalau tetap tinggi baru dia mengerti, mereka diberi pengobatan tapi kalau tidak dia bisa di diet saja. Nah, itu yang tidak dilakukan masyarakat. Jadi jumlah yang dirujuk oleh kader hanya 30% yang melanjutkan pemeriksaan pelayanan.

Setelah penemuan LKNU itu, apa rekomendasi untuk pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan?

Kegiatan ini memang untuk menemukan karena diabet ini harus ditemukan lebih awal supaya nggak sampai komplikasi yang masih ya yang kakinya sampai harus diamputasi. Jadi ditemukannya harus awal. Awalnya Itu tadi kayak gejala-gejala dia Apakah gula darahnya tinggi atau hipertensi atau faktor risikonya: lingkar perutnya, terus berat badannya yang seperti itu. Jadi ini yang tugas masyarakat. Jadi tadi kita merekomendasikan ke pemerintah, harusnya pemerintah mengalokasikan dana khusus untuk kegiatan preventif, promotif di masyarakat, terutama seperti yang dilakukan LKNU.

Tadi kan di acara ada Subdit DM GM Kementerian Kesehatan. Apakah ada respons? Respons positifnya Subdit dalam hal ini Kementerian Kesehatan akan memasukkan LKNU sebagai karena untuk nasional ini belum punya technical working group yang akan merancang kegiatan, terus bagaimana mengimplementasikan. Nah, mereka akan memasukkan perwakilan LKNU di dalam technical working group itu sendiri. Jadi technical working group ini nanti akan bekerja strategi nasional, terus juga memastikan kegiatannya terjadi.

Terus juga tadi ada beberapa catatan beberapa daerah seperti Jombang, Blitar menyampaikan bahwa beberapa desa sudah mengalokasikan dana desa untuk diabet. Jadi ini adalah hasil kerja dari kegiatan dengan LKNU karena kita latih mereka advokasi juga, dan sudah membuahkan hasil. Jadi untuk tahun 2020, beberapa desa sudah dibiayai untuk kegiatan diabet.

Dari hasil program itu, pesan apa yang bisa disampaikan kepada masyarakat?

Pesannya: kenali faktor risikonya. Jadi misalkan lingkar badan, lingkar pinggang, terus juga berat badan, indeks massa tubuh yang kedua, terus pola makan. Jadi pola makanya banyakan makan karbohidrat, tetapi kurang sayur. Jadi makanan diet yang tidak seimbang itu ya itu sangat perlu diperhatikan dan juga yang tadi, di cek gula darah secara teratur. Paling tidak, Mas, diet makannya itu seimbang. edit/TSA.

 

Post Terbaru

LKNU Garut Silaturahim dan Temu Alumni Pelatihan

LKNU Garut Silaturahim dan Temu Alumni Pelatihan

LKNU Garut

Garut, NU Online

Pengurus Cabang Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama Kabupaten (PC LKNU) Kabupaten Garut, Jawa Barat menggelar kegiatan silaturahim dan temu alumni pelatihan LKNU Garut. Acara bertempat di Aula PCNU Kabupaten Garut Gedong Hejo Lantai 3, Ahad (4/8). Acara tersebut dihadiri oleh puluhan siswa SMA dan sederajat yang ada di Kabupaten Garut yang telah mengikuti pelatihan LKNU. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris PCNU Garut, Deni Ranggajaya.

Kang Deni sapaan akrabnya, menyampaikan dalam sambutan sejumlah harapan kepada alumni tersebut. Di antaranya keterlibatan aktif para alumni pelatihan LKNU dalam setiap kegiatan-kegiatan sosial pengobatan gratis yang telah menjadi agenda rutin LKNU Kabupaten Garut. "Alumni Pelatihan LKNU baik angkatan pertama ataupun angkatan kedua harus menjadi agent of change dan terlibat langsung dengan masyarakat untuk memberikan edukasi kesehatan. Terutama pertolongan pertama terhadap keadaan-keadaan darurat kesehatan," ujarnya.

Di samping itu meskipun sifatnya kegiatan sosial para alumni pelatihan sebagai warga NU harus percaya adanya barakah. "Ketika berbuat baik asal niatnya tulus dari hati, yakin Allah akan membalas sekecil apa pun kebaikan kita," ungkang Kang Deni. Ia juga berharap ke depannya, pelatihan LKNU terus berlanjut tidak berhenti sampai di angkatan kedua, tetapi ada ketiga, keempat dan seterusnya. "Namun perlu dicatat peserta pelatihan ini harus lebih diorientasikan kepada kader-kader muda yang masih duduk di kelas X SMA agar kesinambungannya jelas," tutup Kang Deni.

Sementara itu Ketua LKNU Garut H Arvi Iskadar, ditemui di sela-sela kegiatan menyapaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan tindak lanjut dari dua kegiatan yang telah dilakukan LKNU sebelumnya. Edukasi kesehatan ini sangat penting artinya, karena kita tidak pernah tahu kejadian tidak terduga itu selalu tidak mengenal tempat dan waktu. LKNU Garut telah melakukan dua pelatihan yang pertama adalah pelatihan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K), dan yang kedua adalah Pelatihan Pengurusan Jenazah. Mereka yang hadir adalah alumni dari kegiatan tersebut sebagai tindak lanjut dan konsolidasi kader-kader NU dibidang kesehatan.

"Ini juga merupakan langkah awal dari kami untuk menyiapkan kader-kader LKNU yang ada di tingkatan. Semoga saja ke depannya dapat terbentuk kepengurusan MWC LK NU Garut yang ada diseluruh Kabupaten Garut," pungkas Dokter Arvi. Kegiatan diisi dengan berbagi pengalaman mengenai kesehatan masyarakat Kabupaten Garut dan agenda kegiatan-kegiatan PC LKNU Kabupaten Garut baik yang sudah dilaksanakan ataupun yang sudah teragendakan, serta pendataan ulang seluruh alumni pelatihan. Kegiatan tersebut ditutup dengan tausiah dan doa khidmat yang disampaikan oleh KH Ubun Bunyamin. (Muhamad Dadan Nurdani/Kendi Setiawan)

Post Terbaru

Ketua LKNU Banyumas Berbagi Tips Sehat Konsumsi Daging Kurban

Ketua LKNU Banyumas Berbagi Tips Sehat Konsumsi Daging Kurban

Repost : NU Online
Ketua LKNU Banyumas

Setiap tahun seluruh umat Islam di dunia merayakan hari raya Idul Adha, biasa kita kenal juga hari raya Qurban. Magnet yang ditularkan luar biasa, semua lapisan masyarakat (bawah – atas) menikmati daging qurban.

"Makna idul kurban ini adalah kesetiakawanan sosial, saling berbagi, antara masyarakat muslim yang mampu kepada saudaranya yang fakir dan miskin," ucap Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama Kabupaten Banyumas (LKNU Banyumas) Jawa tengah Agus Ujianto mengawali perbincangan dengan NU Online Selasa,(21/8).

Diharapkan, masyarakat yang selama ini sulit mengonsumsi daging, pada hari itu akan merasakan nikmatnya mengonsumsi daging. Selain itu juga, bagi yang memberikan hewan kurban pun juga turut merasakan nikmatnya daging kurban tersebut.

"Tentu, kita pasti tidak berharap pesta daging kurban pada hari itu akan berakhir dengan musibah atau menjadikan badan kita terasa sakit," tambah Agus

Daging, lanjut Agus mengandung zat gizi terutama protein dan lemak hewani yang merupakan zat gizi penting untuk tubuh. Pada saat masa pertumbuhan, protein dibutuhkan untuk zat pembangun, dan pada orang dewasa protein dibutuhkan untuk menjaga keutuhan tubuh dan mengganti sel-sel yang rusak bahkan berperan penting untuk proses penyembuhan.

Sedangkan lemak merupakan sumber energi, serta asam lemak esensial berperan untuk pembentukan membran sel-sel tubuh, juga untuk pembentukan steroid dan hormon. Lemak juga bumper bagi organ dalam tubuh. "Namun, jika daging yang mengandung lemak dikonsumsi berlebihan dan tidak pada waktu yang sesuai siklus faali seringkali akan merugikan tubuh," imbuhnya.

Berbagai gangguan akan terjadi pada saluran cerna atas maupun gangguan saluran cerna bawah, antara lain GERD (Gastroesophageal Reflux), sakit maag, susah buang air besar (konstipasi) atau ambeien (hemoroid). Makan lemak yang berlebihan dalam waktu singkat menyebabkan penyakit GERD, yaitu terjadi akibat pola gaya hidup yang salah.

"Terjadinya aliran balik isi lambung termasuk asam lambung ke kerongkongan, karena adanya kelemahan klep antara lambung dan kerongkongan dan adanya gangguan pengosongan lambung juga mencetuskan timbulnya GERD," jelas Agus Lemak yang berlebihan akan menyebabkan pengosongan lambung menjadi lambat dan gangguan pada klep menyebabkan isi lambung berbalik arah ke kerongkongan, pasien penderita GERD biasanya akan merasakan panas pada dada seperti terbakar (heart burn).

GERD disebabkan juga karena mengonsumsi daging dalam waktu singkat secara berlebihan, terlebih jika daging dimasak dengan santan yang berlebihan serta disertai bumbu masak yang merangsang, asam dan pedas. Atau sebalikanya jika daging hanya dimasak setengah matang, maka provokasi terhadap penyakit ini akan meningkat. "Kondisi itu akan lebih berat jika setelah mengonsumsi daging langsung tidur, karena itu akan menyebabkan makanan yang telah sampai di lambung berbalik arah ke kerongkongan," lanjutnya.

Tips Hindari GERD

Untuk menghindari hal-hal yang tidak dinginkan usai menyantap daging kurban, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, terutama untuk menghindari terserang penyakit GERD, akibat dari mengkonsumsi daging kurban secara tidak tepat atau berlebihan.

Menurut Agus Ujianto, ada beberapa tips untuk tetap sehat ketika mengkonsumsi daging kurban, antara lain:

1. Jangan mengonsumsi daging secara berlebihan dalam waktu singkat.

2. Mengonsumsi sayuran dan buah-buahan.

3. Menghindari konsumsi secara bersamaan antara daging dengan jeroan.

4. Jangan tidur dalam waktu 2 jam setelah makan.

5. Hindari makanan yang terlalu asam dan pedas

6. Hindari minum kopi, alkohol atau minuman bersoda

7. Hindari makanan yang mengandung coklat dan keju.

Selian itu, kebiasaan makan nasi yang banyak saat lauknya terasa enak juga bukan hal yang baik, seringkali jika metabolisme dalam tubuh sudah mulai abnormal, seperti pada orang tua dan orang yang beresiko tinggi terhadap stroke,diabetes dan hypertensi.

"Peningkatan asupan lemak dan karbohidrat yang berlebihan kedalam tubuh, yang menyebabkan meningkatnya kadar kolesterol dan gula darah juga bisa menjadi sebab terserangnya penyakit tersebut," lanjut Agus.

Di ujung perbincang tersebut, Agus menggarisbawahi anjuran agama untuk tidak berlebihan.  "Maka benar bahwa Tuhan melarang kita berlebih-lebihan termasuk dalam hal makan dan minum," pangkas dokter sepesialis bedah itu. (Kifayatul Ahyar/Ibnu Nawawi edit TSA)

Hari Yoga Sedunia 2019 dan Hukum Yoga dalam Islam

Hari Yoga Sedunia 2019 dan Hukum Yoga dalam Islam

Hari Yoga Sedunia 2019 dan ulasan singkat mengenai hukum yoga dalam Islam.

Hari Yoga yang jatuh pada waktu dimana titik balik matahari musim panas yaitu pada tanggal 21 Juni memiliki makna tersendiri yang berintikan keharmonisan dan kedamaian bagi kemanusian.

Beragam manfaat yoga untuk kesehatan

Dihimpun dari hallosehat.com

Rutin beryoga akan mengasah fokus mental dan membuang racun keluar dari dalam tubuh. Anda juga akan meningkatkan fleksibilitas tubuh, yang tidak hanya bermanfaat untuk kesiapan fisik sebelum berolahraga tapi juga mencegah cedera.

Bagaimana Hukumnya dalam Islam :

MUI telah membentuk team khusus yang bertugas untuk mengkaji praktek yoga di Indonesia. Dari hasil kajian didapati bahwa praktek yoga yang dilakukan di Indonesia dapat diklasifikasikan kepada tiga bentuk, yaitu;

Yoga murni olah raga, yaitu yoga yang murni merupakan kegiatan olahraga yang menyeimbangkan body, mind, dan soul yang tidak terkait dengan keyakinan dan ritual agama tertentu. Dalam yoga jenis ketiga ini ada terminologi yang menggunakan bahasa Sansekerta tetapi tidak terkait dengan ajaran agama tertentu. Praktek yoga semacam ini banyak ditemukan pada sanggar-sanggar senam yoga di DKI, yaitu Yoga Bikram, Celebriti Fitness dan di Bandung, yaitu Sanggar Yoga Leaf. Meskipun demikian, perlu diwaspadai masuknya unsur-unsur agama lain dalam pengajaran yoga ini.

Yoga yang murni olahraga pernafasan untuk kepentingan kesehatan hukumnya mubah (boleh).

REKOMENDASI

Menghimbau umat Islam untuk tidak memilih kegiatan olah raga yang memperagakan unsur meditasi dan mantra sebagai langkah preventif agar tidak merusak aqidah.

DASAR PENETAPAN

  1. Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَلَا تُبْطِلُوا أَعْمَالَكُمْ

"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu." (QS. Muhammad [47]: 33)

  1. Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala:

وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ

"Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui." (QS. al-Baqarah [2]: 42)

  1. Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu." (QS. al-Baqarah [2]: 208)

  1. Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala:

الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُم بِظُلْمٍ أُولَٰئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ

"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. Al-An'am [6]: 82)

  1. Hadits Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Dari Ibnu umar r.a. berkata, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam besabda: "Barangsiapa yang menyerupai (bertasyabbuh) suatu kaum, maka ia termasuk di kalangan mereka." (HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban)

  1. Hadits Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam:

إِنَّ الله