Profil Program

Profil Program TBC

Galeri : Program TBC
Galeri : Program TBC

Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) terhitung tanggal 1 Januari 2018 – 31 Desember 2020, menjalankan mandat sebagai Sub Recipient (SR) Khusus Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, untuk program penanggulangan Tuberkulosis (TBC) dukungan dana Global Fund.  Peran utama LKNU sebagai organisasi masyarakat adalah untuk mendukung Kemenkes dalam menjalankan program penanggulangan TBC, khususnya untuk penemuan kasus TB, pendampingan pasien dan peran advokasi untuk peningkatan dukungan sumber daya program TB di kabupaten/kota.

Cakupan wilayah LKNU adalah 61 kabupaten di 10 Provinsi di Indonesia.  Untuk pengelolaan program di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, LKNU menjalin kerjasama dengan CSO lainnya yaitu; Dhompet Duafa, PPTI, PKBI, Al Insyirah, POP TB dan Badan otonom (Banom) PBNU yaitu PMII.  Keterlibatan banyak mitra dalam pengelolaan proyek diharapkan untuk memberi kesempatan pada banyak CSO untuk mengelola program CSO, sehingga diharapkan adanya peningkatan jumlah CSO yang mampu mengelola program dengan cakupan wilayah yang cukup luas dan anggaran yang relatif cukup besar.Tujuan program TBC LKNU ini adalah membantu pemerintah dalam mencapai eliminasi TBC pada tahun 2030. Untuk mencapai tujuan ini. LKNU menggerakkan kader kesehatan untuk penemuan kasus aktif (dengan investigasi kontak dan menyasar ke masyarakat umum), edukasi TBC, pendampingan pasien TBC hingga sembuh.

 

Profil Program LKNU For DM

Galeri : Program DM
Galeri : Program DM

Penyakit Tidak Menular (PTM) utama, yang terdiri dari kardiovaskular, kanker, penyakit paru obstruktif kroninik, dan dibates melitus, terutama di negara berkembang, telah mengalami peningkatan kejadian PTM dengan cepat sehingga berdampak pada peningkatan angka kesakitan dan kematian.

Penyakit diabetes melitus (DM) menduduki peringkat ke-6 sebagai penyebab kematian. Dan Indonesia merupakan negara urutan ke-7 dengan jumlah kasus DM tertinggi, di bawah China, India, Amerika, Brazil, Rusia, dan Mexico.

Nahdlatul Ulama (NU) sebagai sebuah organisasi Islam terbesar di Indonesia yang memiliki anggota sebanyak ±90 juta orang. Nahdatul Ulama memiliki 18 departemen dan 14 badan otonom sebagai pelaksana kebijakan. Salah satu departemen yang dimiliki oleh NU adalah Lembaga Kesehatan NU (LKNU) yang bertanggung jawab untuk melaksanakan program kesehatan. Sebagai bentuk kepedulian LKNU terhadap masalah kesehatan dan kualitas hidup masyarakat Indonesia, LKNU mulai memperhatikan masalah penyakit tidak menular yaitu Diabetes Mellitus.

Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama telah membuat kesepakatan kerjasama dengan World Diabetes Foundation (WDF) untuk melakukan program meningkatkan kesadaran masyarakat terkait Diabetes Mellitus, yaitu program LKNU for DM. Proyek LKNU for DM ini berlangsung selama dua tahun ini dengan melibatkan Yayasan Cipta Cara Padu (YCCP) dan University Research Co.LLC.

Dalam rangka berkontribusi pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) untuk mengurangi angka kematian akibat penyakit tidak menular sebanyak 25%, LKNU mengadakan program untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap diabetes yang mencakup 10 kecamatan/kelurahan pada 5 kabupaten yang terdapat di 3 provinsi.
Lokasi proyek ditentukan berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI tahun 2015 yang menyatakan lebih dari 1.5 juta orang memiliki pradiabetes di provinsi yang ditargetkan.